Patung “Khutukan” Balai Desa Genengan

Patung “Khutukan” Balai Desa Genengan

Patung "kutukan" penjaga balaidesa Genengan Pakisaji (ve)
Patung “kutukan” penjaga balaidesa Genengan Pakisaji (ve)

Warta Malang – Ada pemandangan menarik diBalai Desa Genengan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Tepat disalah satu sudut kanan pojok, terdapat sebuah batu berbentuk manusia beserta lumpangnya. Namun patut diketahui, keberadaan Arca ini ternyata menyimpan cerita misteri yang tersembunyi, mulai dari asal- muasal penemuan, hingga sosok gaib yang melingkar di dalam patung.

Setinggi ½ meter selebar 2jengkalan jari orang dewasa, keberadaan patung yang di payungi sebuah papan genting teduh selebar 2×2 Meter persegi ini seperti tampak hidup detail raut patung yang seperti sedang tertunduk sedih dan prnuh tandatanya mengenai makna yang terkandung didalamnya.

Zaenal Arifin Kades Genengan Pakisaji mengatakan, ada sebagian dari warga yang meyakini, bahwa mimik tertunduk menggambarkan kesedihan adalah sesosok manusia yang dahulunya terkena adzab atau kutukan. Seperti halnya, cerita sejarah Malin Kundang yang dikutuk ibunya menjadi batu karena durhaka. Namun soal kepercayaan tampaknya mungkin bisa saja terjadi, tetapi bagi desa tetap berupaya menghormati keberadaan peninggalan sejarah ini.

“Ini adalah sebuah peninggalan sejarah dan budaya yang asal muasal pasti belum diketahui, namun tetap kita hormati,” ungkapnya.

Mengenai awal keberadaan patung sebenarnya sudah lama diketahui warga. Berada di pematang persawahan belakang kantor desa sekitar tahun 90an kebwah, patung batu tampak tergeletak tak terurus dan menjadi mainan batu loncatan anak2 . Hingga kemudian beredar kabar bahwa patung tersebut adalah sebuah arca langka yang harus dilindungi.

“Patung itu sempat dicuri dan diangkat 4 orang namun gagal. kemudian kita gotong dengan 2 orang dan berhasil kita amankan ke balai desa,”katanya (ve).

Comments

comments