Dipakai Asbak, Penunggu Patung Rasuki Warga

Dipakai Asbak, Penunggu Patung Rasuki Warga

Perhatian terhadap arca peninggalan sejarah, desa buatkan tempat layak (ve)
Perhatian terhadap arca peninggalan sejarah, desa buatkan tempat layak (ve)

Warta Malang – Meskipun desa telah mengamankan patung “khutukan” di kantor desa, tetapi keberadaan terkesan kurang terawat alias kotor. Tepatnya tahun 2004, kejadian menggemparkan smpat menimpah desa, lantaran ada salah satu warga kesurupan dan mengaku sebagai penunggu patung marah.

“Iya dulu sempat ada warga yang kesurupan sipenunggu patung dan memaki- maki parangkat desa,” katanya.

Kades menceritakan, awal mula kejadian menggegerkan, ketika salah satu perangkat desa asik bermain pimpong sambil merokok bersebelahan patung. Secara spontan, perangkat mematikan puntung rokok dan membuangnya kearah patung. Tak lama berselang, ada salah satu warga mengalami kesurupan & mencari nama perangkat desa yang telah membuang rokok sembarangan.

“Habis maen pimpong siang hari, eh malam harinya ada warga kesurupan dan mencari perangkat desa yang dimaksud,” ungkapnya.

Sontak saja, para tetangga lantas mencari siperangkat untuk dipertemukannya dengan warga yang kesurupan. Kagetnya warga dengan jelas mendengar ocehan korban kesurupan malah memaki-maki si perangkat desa, dan mengatakan bahwa diriku “patung” bukanlah tempat asbak.

“Kita jadi tahu, bahwa patung itu ternyata ada penungguhnya maka seketika si perangkat meminta maaf kepada patung” ceritanya.

Melihat keanehan kisah kesurupan,desa memutuskan membuat tempat khusus memindahkan patung yang sebelumnya brda di dapan pintu kantor.

“Kita rawat dan ditempatkan layak balai desa bersama arca lumpang, juga kita berikan doa dan sesajen seperti saat menyambut kegiatan bersih desa,”urainya. (ve)

Comments

comments