Parangargo Wagir Malang – Tempat Prabu Angling Darmo si Cucu Peramal...

Parangargo Wagir Malang – Tempat Prabu Angling Darmo si Cucu Peramal Jaya Baya, Pernah Singgah

Hari Purnomo Kades Parangargo Wagir (ve)
Hari Purnomo Kades Parangargo Wagir (ve)

Warta Malang- Sebuah situs sejarah peninggalan budaya lampau di Dusun Wagir Desa Parangargo Kec. Wagir Kab. Malang mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah desa Setempat. Sejak Agustus 2015 pemugaran petilasan /tempat persinggahan tokoh besar dimasanya yakni “Prabu Angling Darmo”. “Petilasan Prabu Angling Darmo, tokoh besar kerajaan tanah Jawa yang dahulunya dipercaya pernah singgah di Desa Parangargo Wagir ini,”ungkap Hari Purnomo Kepala Desa Parangargo didampingi Kamituwo Suprayitno.

Mengenai proses pemugaran kades menjelaskan sudah diimpikan desa dari dulu. Namun berbagai persoalan termasuk tidak adanya dana membuat petilasan Prabu Angling Darmo, dikenal sbg cucu peramal terkenal yakni Raja Jaya Baya dari Kerajaan Kediri sempat terbengkalai bertahun-tahun. Dimulai dari gundukan bebatuan, petilasan terletak di tengah tengah makam dusun wagir dan tak jauh dari makam pembabat alas cikal bakal berdirinya Wagir yakni Mbah Wagirun saat ini kondisinya mulai tertata.

Perihal biaya pemugaran, desa hanya merencanakan penggalangan pembangunan. Sedangkan anggaran didapat dari donatur warga yang mempunyai sepaham akan budaya. Tak hanya itu beberapa pohon kelapa berjumlah 2 buah tak jauh dari lokasi makam tak luput dihadirkan sebagai penyanggah tiang teduh.

Kades menambahkan bahwa pemugaran situs sejarah selayaknya harus dilakukan, mengingat pentingnya akan peninggalan budaya yang layak untuk tetap dilestarikan. Dari harapan perbaikan ini, pihaknnya berpesan kepada warga untuk hidup rukun dalam berdampingan. “Semoga petilasan Prabu Angling Darma atu biasa dikenal Mbah Darmo di Parangargo dapat menjadikan tempat wisata kebudayaan yang dapat dikunjujgi masyarakat luas dengan nyaman. Dan kita harapkan warga untuk guyub rukun tnpa adanya sekat berbedaan pemahaman budaya untuk tetap lestari,”urainya (ve)

Comments

comments