Bersih Desa Bandungrejo Bantur Berjalan Meriah

Bersih Desa Bandungrejo Bantur Berjalan Meriah

bersih Desa Bandungrejo Bantur. © Rian Fauzi
bersih Desa Bandungrejo Bantur. © Rian Fauzi

WartaMalang.com | Kabupaten Malang – Menyambut Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah, pemerintah Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang menggelar kegiatan bersih desa pada Kamis, (22/10/2015). Ada banyak kegiatan yang digelar selama dua hari yakni dimulai tanggal 21 hingga 22 Oktober kemarin meliputi, istigasah, tahlilan, kataman Alquran, pengajian dan pagelaran wayang kulit dengan dihadiri langsung Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna beserta jajaran Muspika Kecamatan Bantur, BPD LPMD dan Kepala Desa se-Kecamatan Bantur.

“Bersih Desa atau selamatan desa, kita gelar rutin setiap tahun dengan kegiatan positif, pengajian hingga doa bersama, kata Kades Bandungrejo Marlin.

Dijelaskan, pada gelaran ragam islami diawali dengan pengajian dan pemanjatan doa bersama kepada leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Dipusatkan di balai desa setempat, tampak hadir ratusan warga berbondong-bondong sambil membawa bungkusan kue atau biasa dikenal barikan. Warga antusias hadir tersebar 61 RT di 3 pedukuhan yakni Dusun Krajan, Sumber Agung dan Sumberjo.

“Wajib membawa kue, nantinya akan ditukar sesama warga sambil menikmati pengajian yang dibawakan oleh Ustad KH. Abdul Aziz dari Kasembon Bululawang, Kabupaten Malang,ungkap kades didampingi ketua panitia, Rianto.

Tak hanya satu hari saja, kegiatan kemudian berlanjut pada hari berikutnya. Kali ini berbeda dari sebelumnya, sebuah ritual kegiatan bersih desa diagendakan yakni prosesi ruwatan massal hingga kirim doa langsung ke Makam leluhur desa. Menurut kades, hal ini adalah sakral dan tidak boleh ditinggalkan karena sebagai penghormatan kepada pembedah Krawang yang wajib untuk dilaksanakan. “Ruwatan massal hingga sambang doa ke Makam leluhur, atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa berharap desa menjadi makmur dan masyarakatnya guyub rukun sejahtera, paparnya.

Setelah menjalani serangkaian prosesi selamatan desa, kegiatan pun ditutup gebyar seni rakyat pada malam harinya. Sebuah panggung sederhana nan megah berisi musik gamelan gong dan seperangkatnya pun turut menghiasi puncak kegiatan yakni pegelaran wayang kulit semalam suntuk. Dengan lakon Wahyu Ponco Driyo dibawakan Ki Dalang Redi Priono dari Talun Blitar, tampak membius ratusan warga yang hadir memadati lokasi pegelaran. Meskipun harus begadang, warga sangat terhibur pertunjukan ini,terangnya

Pada kesempatan ini Kades mengungkapkan, bahwasannya bersih desa tak ubahnya sebagai sarana berkumpulnya banyak warga dalam satu lingkungan desa. Maka dari bersih desa, dirinya mengharapkan kepada masyarakat desanya agar ke depannya senantiasa dapat mewujudkan tercapainya sikap kegotong-royongan di masyarakat dan kerukunan antar warga untuk tetap terjaga. dan alhamdullilah Bupati Malang juga menyempatkan hadir memberikan sambutan tentang pentingnya silaturrahmi antar warga. [kr]

Comments

comments