BEM Mahasiswa UM Ingin Pemerintah Cepat Atasi Persoalan Bangsa

BEM Mahasiswa UM Ingin Pemerintah Cepat Atasi Persoalan Bangsa

Aksi Damai BEM UM dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. © Rian Fauzi
Aksi Damai BEM UM dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. © Rian Fauzi

WartaMalang.com | Kota Malang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang menggelar aksi damai yang juga dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ketua BEM UM Muhammad Rofiudin menjelaskan, aksi damai ini adalah sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan Negara Indonesia yang saat ini dianggap perlu banyak yang harus dibenahi.

“Lihat saja kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan. Asap di mana-mana. Banyak kerugian dari bencana itu, seperti kesehatan hingga mengakibatkan kematian. Tidak jelas siapa yang menyebabkan dan tidak jelas pula kapan penderitaan saudara kita yang terkena asap akan berakhir. Kita berharap pemerintah segera membereskan masalah ini,” ujarnya.

Aksi damai yang melibatkan mahasiswa UM dari berbagai fakultas ini, juga menggelar penggalangan dana untuk bantuan 10 ribu masker yang akan diserahkan kepada korban bencana asap. Aksi diharapkan mampu menjaring lebih banyak mahasiswa untuk berpartisipasi nyata.

Selain itu, Rofi juga mengkritisi soal lemahnya nilai tukar mata uang rupiah. Ia berharap pemerintah menggalakkan ekonomi kreatif yang bersifat pemberdayaan masyarakat. “Fokusnya lebih pada masyarakatnya yang diberdayakan melalui UMKM (usaha mikro kecil dan menengah),” jelasnya‎.

Tuntutan ketiga, berkaitan dengan penegakan hukum khususnya dalam pemberantasan korupsi. Rofiudin menegaskan tuntutan mahasiswa menolak revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang KPK. “Revisi UU tentang KPK diduga akan melemahkan posisi KPK,” tegasnya. [kr]

Comments

comments