Aktivis Seni Tolak Revitalisasi Hutan Malabar dengan Bernyanyi

Aktivis Seni Tolak Revitalisasi Hutan Malabar dengan Bernyanyi

Aktivis Seni Tolak Revitalisasi Hutan Malabar. © Rian
Aktivis Seni Tolak Revitalisasi Hutan Malabar. © Rian

WartaMalang.com | Kota Malang – Kabar akan direvitalisasinya hutan malabar menjadi taman oleh Pemerintah Kota Malang mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Penolakan kali ini dilakukan oleh seluruh komunitas seni, aktivis, budayawan, dan masyarakat umum yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota, Minggu (23/08/15).

Aksi turun jalan ini dilakukan dengan berkeliling memutari Hutan Malabar yang selanjutnya berhenti di Taman Merbabu yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan Hutan Malabar. Dengan cara bernyanyi, menari berpuisi dan teatrikal lainnya, para aktivitas ini terus meneriakkan penolakan terhadap hutan yang terbentuk pada tahun 1998 tersebut.

Aji Prasetyo selaku koordinator aksi mengatakan, aksi ini mengingatkan kita kepada masyarakat agar hutan yang tinggal satu-satunya di Kota Malang ini tetap dipertahankan. “Aksi ini juga mencari dukungan. Banyak masyarakat yang tidak tahu ada apa tentang Malabar, sehingga teman-teman. nanti akan bagikan kertas sekaligus memberikan informasi,” jelas Aji.

Kertas tersebut berisi dukungan dari masyarakat untuk mempertahankan Hutan Kota Malabar. Kertas tersebut ditempelkan di karton berukuran dua meter yang nantinya akan dibawa saat diskusi terbuka dengan pihak Pemkot Malang dan PT. Otsuka 26 Agustus mendatang. Diharapkan dengan aksi ini pemkot dan PT Otsuka dapat membatalkan proyek CSR di Hutan Kota Malabar. [kr]

Comments

comments